SAGA SAPAKU ( Satu Keluarga satu Paket Buku)

Sebagai mana kita maklumi bersama, bahwa Desa adalah bentuk pemerintahan terkecil yang ada di

negeri ini. Luas wilayah desa biasanya tidak terlalu luas dan dihuni oleh sejumlah keluarga. Pemerintahan Desa

inilah tentunya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam upaya fasilitasi kebutuhan warganya. Jadi

tidaklah heran bila di desa mestinya segala fasilitas tersedia dari mulai urusan kelahiran hingga kematian. Begitu

pula kebutuhan untuk peningkatan sumber daya manusia seperti halnya sarana pendidikan berupa sekolah juga

tidak kalah penting adanya perpustakaan yang berfungsi sebagai sarana belajar sepanjang hayat masyarakat.

Untuk kepentigan itu, Pemerintah Desa menyelenggarakan Perpustakaan Desa namun demikian dalam

penyelenggaraan belum terlihat signifikan menggembirakan. Hal ini dapat terjadi dikarenakan perpustakaan di

desa belum tersosialisasi secara merata sehingga kebaradaannya kurang diketahui masyarakat secara umum,

atau tempatnya yang sulit dijangkau atau masyarakat tidak berani berkunjung karena tempatnya berada

dilingkungan pemerintah desa dan masyarakat belum terbiasa bagaimana memberdayakan perpustakaan.

Sehubungan uraian di dimaksud, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang memandang

perlu dan penting membidani lahirnya layanan perpustakaan dengan ,menghadirkan bahan bacaannya

diantarkan langsung kepada keluarga sehingga tercipta pertemuan antara bahan bacaan dengan pembacanya

dengan nama Saga Sapaku yaitu Satu Keluarga Satu Paket Buku.