Kabupaten
Tangerang telah meluncurkan inovasi penting dalam upaya meningkatkan status
gizi masyarakat melalui program BENAHI GIZI (Beri Makanan Hewani yang Bergizi).
Program ini merupakan hasil kerjasama lintas sektor antara Dinas Kesehatan
Kabupaten Tangerang, Kecamatan Teluknaga, Puskesmas Tegal Angus, serta dukungan
dari PT Kukuh Mandiri Lestari dalam rangka menurunkan angka stunting dan
masalah gizi lainnya di wilayah tersebut.
Stunting, yang diartikan sebagai kegagalan tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, menjadi masalah serius di Kabupaten Tangerang, khususnya di wilayah Puskesmas Tegal Angus. Data terbaru menunjukkan bahwa angka stunting di kabupaten ini mencapai 23%, sementara di Puskesmas Tegal Angus berada pada angka 13%. Masalah ini diperburuk oleh rendahnya pengetahuan masyarakat tentang gizi seimbang, serta dampak sosial-ekonomi dari pembangunan Mega proyek PIK yang mempengaruhi kondisi ekonomi lokal dan mengakibatkan relokasi warga.
Program BENAHI GIZI menawarkan solusi inovatif dengan fokus pada pemberian makanan bergizi hewani kepada sasaran utama, yaitu balita (baduta) dan ibu hamil. Dalam upaya menurunkan angka stunting, program ini menyediakan paket makanan tambahan (PMT) yang terdiri dari susu ibu hamil, susu ibu menyusui, susu untuk baduta, ikan lele ungkep, telur ayam, nugget lele, dan air mineral. Pembagian PMT dilakukan setiap minggu, disertai dengan evaluasi dan pengukuran antropometri seperti tinggi badan, berat badan untuk baduta, serta berat badan dan lingkar lengan atas untuk ibu hamil. Pemeriksaan hemoglobin juga dilakukan untuk ibu hamil anemia.
Program ini tidak hanya berfokus pada distribusi makanan, tetapi juga pada edukasi kesehatan bagi ibu balita dan ibu hamil. Pemberian informasi mengenai pentingnya gizi seimbang dan cara memenuhi kebutuhan gizi yang tepat diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan mengubah perilaku makan masyarakat. Monitoring dan evaluasi dilakukan secara rutin setiap bulan untuk menilai efektivitas intervensi dan melakukan penyesuaian jika diperlukan.
Hasil awal dari program BENAHI GIZI menunjukkan dampak positif yang signifikan. Angka stunting menurun dari 152 kasus menjadi 106 kasus, sementara kasus wasting turun dari 86 menjadi 48. Angka underweight juga menurun dari 109 menjadi 80. Dari 189 ibu hamil dengan anemia, 33 orang telah mendapatkan perawatan yang memadai. Selain itu, dari 101 ibu hamil yang mengalami kurang energi kronis (KEK), 66 bayi lahir dengan berat badan lahir normal, sementara hanya 7 bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR).
Dengan hasil yang menjanjikan, program BENAHI GIZI akan dilanjutkan untuk periode satu tahun ke depan, mulai Juni 2023 hingga Mei 2024. Tujuan utama dari program ini adalah untuk terus menurunkan angka stunting, mengatasi masalah kekurangan energi kronis dan anemia pada ibu hamil, serta meningkatkan status gizi di wilayah kerja Puskesmas Tegal Angus.
Inovasi ini
diharapkan tidak hanya memperbaiki status gizi masyarakat di Kabupaten
Tangerang, tetapi juga memberikan model yang dapat diterapkan di daerah lain
untuk mengatasi masalah serupa. Dengan pendekatan yang terpadu dan
berkelanjutan, BENAHI GIZI berpotensi membawa perubahan positif yang signifikan
dalam kesehatan masyarakat dan kesejahteraan anak-anak serta ibu hamil di
wilayah tersebut.